Tampilkan postingan dengan label 5 stars. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5 stars. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 November 2014

Wonder - R.J Palacio

WonderJudul : Wonder
Penulis : R.J Palacio
Penerbit : Atria
Jumlah halaman : 430 halaman
Tahun terbit : 2012
Genre : Fiction, Children
Rating : 5/5 stars
Rating Goodreads : 4.42/5 stars



Sinopsis
DON’T JUDGE A BOY BY HIS FACE“Kuharap, setiap hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu kita bisa berjalan-jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita di balik topeng.”
August (Auggie) Pullman lahir dengan kelainan Mandibulofacial Dysostosis, sebuah kondisi rumit
yang membuat wajahnya tampak tidak biasa. Meskipun dia sudah menjalani serangkaian operasi, penampilan luarnya tetap saja terlihat berbeda. Namun, bagi segelintir orang yang mengenalnya,
dia adalah anak yang lucu, cerdas, dan pemberani.
Auggie mengalami petualangan yang lebih menakutkan daripada operasi-operasi yang dijalaninya ketika dia menjadi murid kelas lima di Beecher Prep. Kalian pasti tahu menjadi murid baru itu bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi Auggie adalah anak biasa dengan wajah yang sangat tidak biasa.

August Pullman. Seorang bocah berumur 10 tahun yang menderita Mandibulofacial Dyostosis, sebuah penyakit mutasi genetis yang langka yang menyebabkan wajahnya tampak tidak normal. Operasi-operasi pengembalian fungsi wajah yang dijalaninya sedari kecil membuat Auggie tidak merasakan bersekolah di sekolah umum. Hingga suatu hari, orang tuanya berniat untuk memasukkan Auggie sekolah di Beecher Prep, karena usianya yang sudah beranjak besar. Awalnya Auggie menolak mentah mentah ide bersekolah, mengingat berbagai reaksi orang orang yang melihat wajahnya. Namun kemudian, saat dia bertemu dan disambut dengan baik oleh Kepala Sekolah Beecher Prep, Mr Tushman yang baik hati dan diajak berkeliling oleh teman teman yang akan jadi teman kelasnya, Jack, Charlotte, dan Jullian. Hati Auggie mulai luluh dan menyetujui ide orang tuanya untuk bersekolah.

Senin, 07 April 2014

Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah - Tere Liye

Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah
Judul : Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 512 halaman
Tahun terbit : 2012
Rating : 5/5 stars
Rating Goodreads : 4.07/5 stars
hadiah kuis @fiksimetropop

Sinopsis
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya. Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka.

Adalah Borno, seorang pemuda Pontianak yang terlahir dari keluarga biasa dan tinggal di pinggiran sungai Kapuas bersama sang Ibu. Di umur 12 tahun, ayahnya yang merupakan seorang nelayan terjatuh ke laut dan tersengat ubur-ubur. Divonis secara klinis, ayahnya mendonorkan jantungnya pada pasien gagal jantung yang telah menunggu donor. Borno kecil kecewa dan marah, dia hanya bisa menangis.

Selepas SMA, Borno tidak bisa meneruskan kuliah akibat keterbatasan biaya. Borno mulai bekerja serabutan mengumpulkan uang untuk menggapai mimpinya.  Mula mula dia bekerja di perusahaan karet, namun sayang dia hanya bekerja 6 bulan karena perusahaannya bangkrut. Borno pun kemudian bekerja menjadi penjaga karcis di dermaga feri, sayangnya pekerjaan ini membuat Borno dimusuhi para pengemudi sepit dan juga Bang Togar karena feri merupakan saingan terbesar sepit. Kemudian ia menjadi petugas SPBU apung sementara, menjaga warung, mencari sotong, memperbaiki genteng, dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya.

Hal ini membuat orang orang disekitarnya menjadi kasihan dan prihatin. Cik Tulani pemilik warung makan, Koh Acong pedagang Kelontong kemudian berbincang bincang dengan Ibu Borno yang kemudian menyarankan Borno untuk menjadi pengemudi sepit. Borno ingat betul pesan Bapak kepada Borno yang melarang Borno menjadi pengemudi sepit. Namun dalam hati Borno berjanji

“ Aku akan jadi orang yang baik, setidaknya aku tidak akan mencuri, tidak akan berbohong, dan senantiasa bekerja keras meski akhirnya hanya jadi pengemudi sepit.” – pg. 54