Judul : The Deal (Off-Campus #1)
Penulis : Elle Kennedy
Penerbit : Elle Kennedy
Jumlah halaman : 358 halaman
Tahun terbit : 2015
Genre : Romance, New Adult
Rating : 4/5 stars
Rating goodreads : 4.53/5 stars
She's about to make a deal with the college bad boy... Hannah Wells has finally found someone who turns her on. But while she might be confident in every other area of her life, she's carting around a full set of baggage when it comes to sex and seduction. If she wants to get her crush's attention, she'll have to step out of her comfort zone and make him take notice...even if it means tutoring the annoying, childish, cockycaptain of the hockey team in exchange for a pretend date. ...and it's going to be oh so good All Garrett Graham has ever wanted is to play professional hockey after graduation, but his plummeting GPA is threatening everything he's worked so hard for. If helping a sarcastic brunette make another guy jealous will help him secure his position on the team, he's all for it. But when one unexpected kiss leads to the wildest sex of both their lives, it doesn't take long for Garrett to realize that pretend isn't going to cut it. Now he just has to convince Hannah that the man she wants looks a lot like him.
Buku ini menceritakan tentang kisah antara Hannah Wells dan Garret Graham. Hannah Wells merupakan seorang mahasiswa jurusan musik sedangkan Garett Graham merupakan mahasiswa jurusan sejarah dan merupakan seorang atlet hockey. Pertemuan mereka berawal saat Garret mendapat nilai F dalam salah satu mata kuliah, yang mengharuskannya untuk mengulang jika masih ingin bermain hockey. Hockey adalah dunianya, jadi Garret bertekad untuk melakukan segala cara agar diperbolehkan melanjutkan hobinya. Di sisi lain, Hannah merupakan salah satu mahasiswi langka yang mendapat nilai A+ di mata kuliah Garet gagal. Garett mengetahuinya, dan dari situ, Garret mulai mendekati Hannah dan memberikan tutor kepadanya. Dengan latihan musik dan kerja yang sibuk, Hannah terus menolaknya. Namun bukan Garett Graham namanya jika menyerah begitu saja. Garett kemudian mengusulkan cara lain yaitu dengan mengiming2i status sosial agar Hannah bisa mendekati pria yang disukainya. Hannah kemudian luluh, dan dari situ perjalanan cinta mereka dimulai.
Judul : Critical Eleven
Penulis : Ika Natassa
Editor : Rosi L. Simamora
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 344 halaman
Tahun terbit : 2015
Rating : 4.5/5 stars WARNING!!! SPOILER ALERTS!!
Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger. In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan. Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya. Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka. Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.
Aldebaran Risjad. Seorang Petroleum Engineer yang menghabiskan 200 hari setiap tahunnya di Rigg, sebuah tempat pengeboran minyak lepas pantai. Anak sulung dari 5 bersaudara sekaligus anak kesayangan di keluarga Risjad karena jarang pulang ke Indonesia. Hobi ini kemudian berubah menjadi lebih sering pulang setelah bertemu dengan seorang wanita Indonesia bernama Tanya Baskoro.
Tanya Laetitia Baskoro. Seorang Management Consultant yang juga merupakan anak tunggal dari Keluarga Baskoro. Tanya bertemu dengan Ale saat terbang ke Sydney untuk menonton konser Coldplay. Dari pertemuan dan perbincangan singkat saat penerbangan itu lah, Tanya tidak bisa melupakan kesan pertama kali berkenalan dan berbincang dengan seorang Aldebaran Risjad. Ale yang cakep, Ale yang tinggi, dan Ale yang nyaman diajak ngobrol. Sebelum keduanya berpisah, mereka sempat bertukar nomor telepon dan berencana akan bertemu setelah pertemuan perdana mereka. Sebulan kemudian, Ale menghubungi Tanya untuk mengajaknya makan Ketoprak Ciragil. Dari kencan pertama itu, Ale kemudian memberanikan diri untuk mengajak Tanya berpacaran. Setahun kemudian, Tanya menerima lamaran Ale saat dirinya mengantar Ale ke Bandara untuk kembali ke Teluk Meksiko.
Hingga pada suatu hari, sebuah tragedi besar menimpa kehidupan pernikahan Ale dan Tanya. Membuat pasangan ini introspeksi dan merenung tentang sebuah kehidupan dan cinta.
"Hidup ini jangan dibiasakan menikmati yang instan-instan, Le, jangan mau gampangnya saja. Hal-hal terbaik dalam hidup justru seringnya harus melalui usaha yang lama dan menguji kesabaran dulu."
Judul : Sabtu Bersama Bapak
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : Gagas Media
Jumlah halaman : 278 halaman
Tahun terbit : 2014
Genre : Family, Romance
Rating : 3/5 stars
Rating : 4.31/5 stars
Sinopsis
“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.“Ini Bapak.Iya, benar kok, ini Bapak.Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra. … Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.Bapak sudah siapkan. Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.I don’t let death take these, away from us.I don’t give death, a chance. Bapak ada di sini. Di samping kalian.Bapak sayang kalian.” Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.
Buku ini menceritakan tentang keluarga Garnida, dimana sang kepala keluarga, Gunawan Garnida divonis mengidap kanker dan hidupnya tak akan lama lagi. Tentu hal ini membuat Gunawan dan sang istri harus mempersiapkan 'bekal' yang cukup untuk keluarga mereka dan 2 anak mereka yang masih kecil, Satya dan Cakra. Gunawan kemudian berinisiatif untuk membuat video video berisi pesan, nasihat, dan petunjuk yang akan ditonton anak anaknya kelak setiap hari Sabtu.
"Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat."
"Iya, sih. Tapi, mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat."
Judul : Gloomy Gift
Penulis : Rhein Fathia
Penerbit : Pustaka Populer
Jumlah halaman : 288 halaman
Tahun terbit : 2015
Genre : Romance, Action
Rating : 4/5 stars
Rating goodreads : 4.38/5
Sinopsis
Kupandangi kamu dengan wajah memelas. Berharap kamu mau menyingkap apa yang sedang kita alami sekarang. Kamu tetap pada pendirianmu, bungkam. Pura-pura tak ada hal besar yang baru saja terjadi.
Bagaimana mungkin semua baik-baik saja? Di hari pertunangan kita, segerombolan orang menyerbu rumah. Tembakkan diletuskan. Peluru. Jeritan orang-orang. Dan, kamu membawaku kabur masih dengan kebaya impian yang kini terasa menyiksa dipakai di saat yang tak sepantasnya.
Hari yang seharusnya bahagia, menjelma tegang dan penuh tanya. Kenapa kita harus lari? Belum cukupkah aku mengenalmu sejauh ini?
Aku tak siap menyambut kenyataan. Tak siap jika harus kehilangan. Tak kuat menahan rasa takut yang berkepanjangan.
Buku ini bercerita tentang Kara Arkana yang akan melangsungkan pertunangannya dengan sang pacar yang sudah dipacarinya selama setahun, Zeno Ramawijaya. Kara sendiri merupakan pemilik sebuah toko bernama Glad To Gift you, toko yang menawarkan jasa pembuatan kado untuk orang tersayang. Sedangkan Zeno merupakan arsitek yang bekerja di salah satu perusahaan milik pamannya.
Acara pertunangan berlangsung lancar hingga pada jam makan siang, saat kedua keluarga sedang beramah tamah, terdengar ledakan senjata di lantai bawah. Suasana panik dan begitu banyak teriakan. Tak terkecuali Kara yang sedang bersama Zeno di lantai atas. Zeno kemudian berpikir cepat dengan membawa Kara kabur bersamanya. Kara mulai dihinggapi rasa ketakutan akan kehilangan sang mama dan mulai bertanya tanya siapa Zeno sebenarnya. Di perjalanan mereka untuk kabur dan menghindari lawan, satu demi satu rahasia yang disimpan Zeno mulai terkuak. Mau tidak mau, Kara harus menerimanya dengan kepala tegak dan hati yang tegar.
Judul : The Darkest Minds
Penulis : Alexandra Bracken
Penerbit : Fantasious
Penerjemah : Lulu Fitri Rahman
Jumlah halaman : 582 halaman
Tahun terbit : 2014
Harga : 89.900
Genre : Fantasi, Young Adult, Romance
Rating : 4/5 stars
Rating goodreads : 4.31/5 stars
Sinopsis
Ketika Ruby terbangun pada ulang tahunnya yang kesepuluh, sesuatu tentang dirinya telah berubah. Sesuatu yang cukup mengkhawatirkan untuk membuat orangtuanya mengunci dirinya di garasi dan menelepon polisi. Sesuatu yang membuat dirinya dikirim ke Thurmond, 'kamp rehabilitasi' milik pemerintah yang kejam. Dia mungkin telah selamat dari penyakit misterius yang membunuh sebagian besar anak-anak Amerika, tapi dia dan anak-anak lainnya harus berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih buruk: kemampuan menakutkan yang tidak dapat mereka kendalikan. Sekarang, saat berumur enam belas tahun, Ruby termasuk salah satu anak yang memiliki kemampuan paling berbahaya.Dan ketika kebenaran terungkap, Ruby pun berusaha mati-matian untuk meloloskan diri dari Thurmond. Tapi, ada pihak lain yang bekerja, orang-orang yang tidak akan berhenti untuk menggunakan Ruby dalam perjuangan mereka melawan pemerintah. Ruby akan menghadapi pilihan demi pilihan yang buruk, yang mungkin akan berarti menyerahkan satu-satunya kesempatannya untuk hidup.
Semua berawal dari kematian Grace Somerfield yang meninggal secara mendadak saat makan siang. Mereka menyebutnya sebagai penyakit Everheart, yang kemudian berubah nama menjadi Idiopathic Adolescent AcuteNeurodegeneration (IAAN)- Degenerasi Saraf Akut Remaja Idiopatik yang merupakan penyakit berbahaya yang menyerang anak anak umur 8 - 13 tahun yang menyebabkan penderitanya meninggal dunia. Karena alasan itulah, pemerintah meminta para orang tua untuk menyerahkan anaknya ke kamp rehabilitasi untuk disembuhkan.
Ruby Elizabeth Daly, anak perempuan berumur sepuluh tahun harus dijemput oleh PSF (Psi Special Force) dan dikirim ke kamp di Thrumond, setelah orang tuanya melapor bahwa mereka tak lagi mengenali Ruby. Di kamp Thrumond, anak anak dikarantina dan dikategorikan menjadi 5 golongan. Merah, memiliki kemampuan mengendalikan api. Orange, mampu mengendalikan pikiran. Biru, memiliki kemampuan telekinesis. Kuning, memiliki kemampuan mengendalikan listrik. Hijau, memiliki kecerdasan dan daya ingat yang tinggi. Di antara 5 kategori tersebut, golongan Merah dan Orange lah yang paling berbahaya. Anak anak yang masuk dua golongan tersebut selalu diborgol dan penjagaannya lebih ketat dibanding golongan yang lain. Saat tes penggolongan, Ruby berhasil memanipulasi pikiran pengetesnya sehingga diklasifikasikan sebagai Hijau. Kehidupan di kamp sangatlah sengsara, mereka dipekerjakan secara paksa dan hidup dalam aturan yang sangat ketat. PSF tak segan segan menghukum dengan menghajar atau dengan dengung statis, gelombang suara yang memekakkan telinga yang hanya bisa didengar oleh Psi. Semakin lama, golongan Merah dan Orange berkurang dan jarang terlihat. Golongan Merah sudah punah dan Golongan Orange masih 2 orang yang bersembunyi dibalik label 'Hijau'.
Judul : Let It Snow
Penulis : John Green, Lauren Myracle, & Maureen Johnson
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 312 halaman
Tahun terbit : 2014
Harga : 50.150 (15% Off)
Beli di : bukabuku
Genre :Young Adult, Romance
Rating : 2/5 stars
Rating goodreads : 3.91/5 stars
Sinopsis
Badai salju pada malam Natal ternyata bisa mengubah kota kecil menjadi tempat yang romantis. Siapa kira jalan kaki di tengah cuaca dingin dan basah akibat kereta api mogok dapat berakhir dengan ciuman mesra dari kenalan baru yang menawan. Juga perjalanan menembus tumpukan salju menuju Waffle House ternyata dapat menimbulkan cinta pada teman lama. Dan cinta sejati ternyata bisa datang berkat giliran kerja pagi buta di Starbucks. Tiga kisah romantis karya tiga penulis bestseller ini ––John Green, Maureen Johnson, dan Lauren Myracle–– membuat kita percaya pada cinta sejati.
Let It Snow merupakan kumpulan 3 cerita dimana karakternya saling berhubungan yang ditulis oleh John Green, Lauren Myracle, dan Maureen Johnson.
Buku ini dibuka oleh cerita yang ditulis oleh Maureen Johnson yang berjudul The Jubilee Express, menceritakan tentang malam Natal Jubilee yang seharusnya dihabiskan bersama sang pacar, Noah harus berakhir gagal, karena orang tua Jubilee dijebloskan ke penjara. Jubilee harus segera pergi ke Florida untuk merayakan Natal bersama kakek dan neneknya. Namun, di tengah perjalanan menuju Florida, kereta yang dinaikinya menabrak bongkahan salju hingga perjalanan menuju Florida tidak bisa diteruskan. Jubilee terpaksa turun dan keluar dari kereta dan menuju The Waffle House. Berulang kali, Jubilee berusaha menghubungi Noah, namun sang kekasih terlalu sibuk dengan perayaan Natal bersama keluarganya. Di Waffle House, Jubilee kemudian bertemu dengan Stuart dan memutuskan untuk menerima ajakan Stuart untuk bermalam di rumahnya. Bagaimana petualangan Jubilee sampai di rumah Stuart di tengah badai salju? dan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Noah?
Judul : My Life With The Walter Boys
Penulis : Ali Novak
Penerbit : Sourcebooks Fire
Tahun terbit : 2014
Bahasa : Inggris
Genre : Young Adult, Contemporary Romance
Ratings : 3/5 stars WARNING : SPOILERS!
Sinopsis
My Life with the Walter Boys centers on the prim, proper, and always perfect Jackie Howard. When her world is turned upside down by tragedy, Jackie must learn to cut loose and be part of a family again. Jackie does not like surprises. Chaos is the enemy! The best way to get her successful, busy parents to notice her is to be perfect. The perfect look, the perfect grades-the perfect daughter. And then... Surprise #1: Jackie's family dies in a freak car accident. Surprise #2: Jackie has to move cross-country to live with the Walters-her new guardians. Surprise #3: The Walters have twelve sons. (Well, eleven, but Parker acts like a boy anyway) Now Jackie must trade in her Type A personality and New York City apartment for a Colorado ranch and all the wild Walter boys who come with it. Jackie is surrounded by the enemy-loud, dirty, annoying boys who have no concept of personal space. Okay, several of the oldest guys are flat-out gorgeous. But still annoying. She's not stuck-up or boring-no matter what they say. But proving it is another matter. How can she fit in and move on when she needs to keep her parents' memory alive by living up to the promise of perfect?
"It's worse than horrible. I’m on a ranch in the middle of nowhere. Katherine Walter has twelve kids, and I haven’t seen a Starbucks since leaving New York"
Pernah terbayang gak sih tinggal satu atap bersama 12 lelaki?! Itulah yang terjadi pada Jackie Howard. Setelah kecelakaan pesawat yang menewaskan kedua orang tuanya, dia harus pindah ke Chicago untuk tinggal bersama sahabat ibunya, Katherine Walters. Jackie baru mengetahui bahwa Katherine tinggal dengan 10 anak dan 2 keponakan, saat perjalanan dari New York ke Chicago. Ada Will, umur 21, sedang menempuh semester akhir dan sudah bertunangan dengan pacarnya sejak High School. Cole, umur 17, Menempuh tahun senior di sekolah dan memiliki kemampuan di bidang mekanik. Danny, kembaran Cole yang juga berumur 17, menempuh tahun senior di sekolah dan merupakan presiden drama klub. Isaac, umur 16, menempuh tahun juniornya di sekolah dan terobsesi pada perempuan. Dia merupakan salah satu keponakan Katherine. Alex, umur 16, menempuh tahun keduanya di sekolah, maniak video games. Lee, umur 16, juga menempuh tahun kedua seperti Alex dan seorang skater. Dia juga merupakan keponakan Katherine. Nathan, berumur 14 tahun dan seorang musisi. Jack & Jordan, berumur 12 tahun dan hobi merekam kegiatan kegiatan mereka, Parker, perempuan tapi sudah terlalu lama dianggap sebagai lelaki --" yang berumur 9 tahun dan suka bermain bola. Zack & Benny, si kembar berumur 5 tahun dan masih di taman kanak kanak.
Judul : Happily Ever After
Penulis : Winna Efendi
Editor : Jia Effendi
Penerbit : Gagas Media
Jumlah halaman :
Tahun Terbit : 2014
Genre : Romance
Rating : 4/5 stars
Sinopsis
Tak ada yang kekal di dunia ini.Namun, perempuan itu percaya, kenangannya, akan tetap hidup dan ia akan terus melangkah ke depan dengan berani. Ini adalah kisah tentang orang favoritku di dunia. Dia yang penuh tawa. Dia yang tangannya sekasar serat kayu, tetapi memiliki sentuhan sehangat sinar matahari. Dia yang merupakan perpaduan aroma sengatan matahari dan embun pagi. Dia yang mengenalkanku pada dongeng-dongen sebelum tidur setiap malam. Dia yang akhirnya membuatku tersadar, tidak semua dongeng berakhir bahagia. Ini juga kisah aku dengan anak lelaki yang bermain tetris di bawah ranjang. Dia yang ke mana-mana membawa kamera polaroid, menangkap tawa di antara kesedihan yang muram. Dia yang terpaksa melepaskan mimpinya, tetapi masih berani untuk memiliki harapan ... Keduanya menyadarkanku bahwa hidup adalah sebuah hak yang istimewa. Bahwa kita perlu menjalaninya sebaik mungkin meski harapan hampir padam. Tidak semua dongeng berakhir bahagia. Namun, barangkali kita memang harus cukup berani memilih; bagaimana akhir yang kita inginkan. Dan, percaya bahwa akhir bahagia memang ada meskipun tidak seperti yang kita duga.
Lucia Surya, atau yang sering dipanggil Lulu bercita cita ingin menjadi seperti sang ayah. Dari kecil, Lulu selalu dibacakan dongeng dongeng oleh sang ayah. Mulai dari dongeng yang memiliki happy ending sampai dongeng yang endingnya masih misteri. Ayah Lulu merupakan arsitek yang handal, tentunya ayahnya harus melalui berbagai rintangan hingga berhasil dan hidup berkecukupan seperti saat ini. Waktu berlalu dengan cepat, Lulu tumbuh menjadi seorang gadis yang pintar, tegar, dan berani.
Di sekolah, ia suka sekali mengeksplor gedung gedung sekolahnya. Mencari cari tempat rahasia yang bisa menjadi tempat persembunyiannya. Dulu, ia suka melakukannya bersama Karin, sahabatnya sedari kecil. Namun, semenjak SMA mereka berubah, mereka tak lagi menjadi sahabat, melainkan 2 orang asing yang pernah punya masa lalu. Semuanya dimulai, saat dia berpacaran dengn Ezra, seorang bad boy yang juga punya band. Dia selalu ada untuk Ezra, begitu juga dengan Ezra. Mereka sering menghabiskan waktu setelah pulang sekolah. Ezra membuatkan lagu untuknya dan memiliki panggilan kesayangan untuk dirinya. Gadis Musim Gugur. Namun, perlahan hubungan mereka berubah saat konser perdana band Ezra dimulai. Tiba tiba, keesokan harinya sudah ada Karin yang berada di sisi Ezra bukan Lulu. Dari sejak itu, mereka tak pernah sama lagi. Karin selalu mengejek dan menghinanya dengan kata Lucifer. Karin yang cantik, sekarang bisa mengomentari apa yang dipakai oleh Lulu dengan kata kata yang menyakitkan. Karena itu lah, Lulu lebih suka menghabiskan waktu untuk bersembunyi di tempat rahasianya. Walau Lulu tak punya teman satu pun, tapi dia bisa bertahan dan menjalani hidup seperti biasa.
Judul : Walking After You
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
Jumlah halaman : 328 halaman
Tahun terbit : 2014
Genre : Romance
Rating : 3/5 stars
Rating goodreads : 4.25/5 stars
Sinopsis
Masa lalu akan tetap ada. Kau tidak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya. Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu. Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya. An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang tak bisa ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan. Pernahkan kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka. Mungkin, kisah An seperti kisahmu.Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.
Buku ini dibuka oleh prolog yang mengisahkan tentang sepasang saudara kembar di masa kecil. Arlet dan Anise. Keduanya merupakan kembar identik. Arlet menyukai segala jenis kue dan bercita cita menjadi koki pembuat kue. Berbeda dengan kembarannya, An lebih menyukai aroma tomat, pasta dan masakan masakan Italia. Dan mereka bermimpi untuk membuat Trattoria suatu hari nanti.
Waktu telah berlalu dengan cepat dan kehidupan mereka tidak lagi sama. An telah menjadi wanita dewasa yang saat ini sedang mengejar impian sang adik untuk menjadi koki pembuat kue. Galuh, sepupunya memperbolehkannya bekerja di toko kue miliknya yang bernama Afternoon Tea. An bekerja sebagai asisten koki. Koki utama di Afternoon Tea bernama Julian, laki laki muda yang handal dalam membuat kue, perfeksionis, kaku, dan sedikit temperamen. Hari pertama An sangatlah kacau, belum genap satu hari dia bekerja di Afternoon Tea, dia berhasil membuat Julian naik pitam karena dia mengaduk adonan caramel yang sedang dipanaskan. Hari pertama, An sudah membuat Julian mengusirnya dari dapur.
Judul : Origin (Lux #4)
Penulis : Jennifer L. Armentrout
Penerbit : Entangled Publishing
Tahun terbit : 2013
Bahasa : Inggris
Genre : Young Adult, Science Fiction, Paranormal Romance
Ratings : 4/5 stars
Review buku sebelumnya : Opal
WARNING : This review contains spoilers from Opal (Lux #3). Read at your own risk.
Sinopsis
Daemon will do anything to get Katy back. After the successful but disastrous raid on Mount Weather, he’s facing the impossible. Katy is gone. Taken. Everything becomes about finding her. Taking out anyone who stands in his way? Done. Burning down the whole world to save her? Gladly. Exposing his alien race to the world? With pleasure. All Katy can do is survive. Surrounded by enemies, the only way she can come out of this is to adapt. After all, there are sides of Daedalus that don’t seem entirely crazy, but the group’s goals are frightening and the truths they speak even more disturbing. Who are the real bad guys? Daedalus? Mankind? Or the Luxen? Together, they can face anything. But the most dangerous foe has been there all along, and when the truths are exposed and the lies come crumbling down, which side will Daemon and Katy be standing on? And will they even be together?
Di akhir Opal, Daedalus berhasil mendapatkan Katy. Katy & Daemon terjebak dalam permainan Blake, dimana Blake menawarkan untuk membantu mengeluarkan Beth dari Daedalus dengan alasan bahwa dia membutuhkan bantuan untuk mengeluarkan temannya, Chris. Selama ini, Blake bekerjasama dengan Daedalus untuk menangkap Katy untuk diuji coba sebagai hybrid.
Buku ini diawali dengan kemarahan Daemon karena Daedalus berhasil menangkap Katy. Dan itu berarti bahwa Katy saat ini berada dalam bahaya. Setelah Katy tertangkap, Dawson berinisiatif untuk mengirimkan Daemon ke Komunitas untuk tidak kembali ke Daedalus untuk menyelamatkan Katy ( Setidaknya tidak untuk saat ini). Namun, Daemon berhasil keluar dan kabur dan mengancam Dawson untuk tidak mencegahnya kembali ke Daedalus untuk menyelamatkan Katy. Begitu juga pun dengan Dee yang mencoba membujuk Daemon untuk menunda rencananya ke Daedalus.
Judul : Clockwork Angel
Penulis : Cassandra Clare
Penerbit : Ufuk Press
Penerjemah : Melody Violine
Jumlah halaman : 644 halaman
Tahun terbit : 2011
Genre : Fantasi, Young Adult
Rating : 3/5 stars
Rating Goodreads : 4.31/5 stars
SIHIR MEMANG BERBAHAYA—TAPI CINTA TETAP LEBIH BERBAHAYA Pada zaman Victoria, Tessa Gray yang berusia enam belas tahun menyeberangi samudera untuk menemui kakak laki-lakinya di Inggris. Sesuatu yang mengerikan sedang menantinya di Dunia Bawah London, di mana vampir, warlock, dan makhluk gaib lainnya berjalan diam-diam di jalanan yang diterangi lampu gas. Hanya para Pemburu Bayangan, ksatria yang mengabdi untuk menyingkirkan iblis dari dunia, yang menjaga keteraturan di tengah kekacauan. Tanpa teman dan diburu, Tessa berlindung kepada para Pemburu Bayangan di Institut London. Tessa segera tertarik dengan—dan terkoyak di antara—dua sahabat. Ada James, yang ketampanan rapuhnya menyembunyikan rahasia mematikan. Lalu ada Will, yang bermata biru, dengan kejenakaan tajamnya dan suasana hatinya yang cepat berubah-ubah membuat semua orang menjaga jarak... semua orang, benar, kecuali Tessa.Dapatkah Tessa menemukan kakaknya? Kenapa Tessa diincar oleh Magister yang misterius? Akankah Will membiarkan Tessa memahaminya sebelum gadis itu luluh oleh kehangatan sahabatnya?
Bermodalkan surat kakaknya dan tiket kapal uap. Tessa Gray pergi ke London untuk bertemu kakanya, Nathaniel Gray. Sesampainya di pelabuhan, Tessa tidak bisa menemukan Nate melainkan seorang pria yang mengaku sebagai utusan kakanya. Laki laki tersebut kemudian membawa Tessa kepada 2 saudari perempuan yang juga mengaku bahwa mereka utusan kakanya dan merupakan teman kepercayaan Nate. Tessa akhirnya tinggal bersama mereka sambil menannti kedatangan sang kaka. Namun, semakin lama Tessa tinggal bersama 2 saudari itu -yang bernama Saudara Kegelapan membuatnya sadar bahwa ia dijebak. Nate tidak akan datang berkunjung, karena belum tentu Nate-lah yang mengirimkan surat itu padanya. Hari demi hari, ia dipaksa 'berubah' oleh Saudari Kegelapan. Kata mereka Tessa merupakan pengubah wujud. Tessa sungguh tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Hingga pada suatu hari saat ia akan dipertemukan oleh Magister-yang mengendalikan Saudara Kegelapan, Tessa berusaha untuk kabur. Di tengah perjalanannya untuk kabur, Tessa kemudian ditolong oleh Will, seorang pemburu bayangan yang juga sedang melacak kematian seorang gadis yang kemudian berujung ke tempat Tessa berada.
Pada zaman dahulu,seorang malaikat dan iblis jatuh cinta.Kisah cinta mereka tidak berakhir indah. Langit terbelah dan banyak sosok asing berwajah rupawan turun ke bumi, menyembunyikan sayap api mereka dalam ilusi agar bisa berbaur dengan manusia. Birai-birai pintu di penjuru dunia mereka tandai dengan cap tangan hitam yang melesak terbakar pada kayu atau logam. Sementara itu, di suatu tempat di Praha, Karou, gadis 17 tahun, siswa sekolah seni di Praha, menjalani kehidupannya yang tampak normal. Tetapi ia selalu membawa-bawa buku sketsanya yang berisi gambar monster-monster aneh dan menyeramkan––chimaera yang merupakan makhkluk terdekat yang ia punya sebagai keluarga. Kehidupan Karou akan berubah dalam semalam. Tanpa ia sadari, peperangan antardua dunia yang kejam akan melibatkan dirinya.
Karou. Seorang gadis berusia 17 tahun yang juga mahasiswi seni di Praha. Berambut biru, berkaki jenjang, dan langsing seperti balerina. Ia suka sekali melukis. Dia sering menggambar hal hal yang ia temui. Salah satunya adalah menggambar dunia Brimstone, yang menurut teman temannya mereka adalah karangan fantasi Karou. Tapi, hanya Karou yang tahu, bahwa Brimstone itu nyata. Bahwa mereka adalah chimaera dan orang-orang yang paling dekat dengan Karou. Ada Issa, sosok perempuan berwujud ular dari dari pinggang ke bawah, memiliki tudung dan taring kobra, serta wajah malaikat. Twiga yang berleher jerapah, dan mengenakan kaca pembesar ahli permata yang terpasang di salah satu matanya. Yasri, yang berparuh burung kakatua dan bermata manusia. Dan Brimstone yang berbadan besar dan memiliki tanduk kambing-yang selalu menjadi bintang di sketsa Karou.
Saya kecewaa berat saat ternyata WarnerbrosID mengumumkan bahwa If I Stay tidak jadi ditayangkan di Indonesia karena berbagai alasan (and i was like 'Whaaaat??') (Sampe saat ini pun, saya ga ngerti kenapa. Mungkin terbentur izin atau sebagainya). Sebenernya, agak gak rela juga sih harus nonton film ini sendirian di kosan, bukan bersama teman teman di bioskop (Yak, ketauan deh kalo saya jomblo).
Film ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama ditulis oleh Gayle Forman. Berhubung saya sudah lama membaca buku ini dan tidak sempat menulis reviewnya, rangkuman plot cerita bukunya bisa dibaca disini. Karena itulah, saya tidak akan membandingkan isi bukunya dan filmnya, karena saya hanya ingat cerita garis besarnya saja --.
Judul : The One That I Want
Penulis : Jennifer Echols
Penerbit : Simon Pulse
Jumlah halaman : 288 halaman
Tahun terbit : 2011
Bahasa : Inggris
Genre : Young Adult, Contemporary Romance
Rating : 4/5 stars
Rating Goodreads : 3.72/5 stars
Sinopsis
Gemma can’t believe her luck when the star football player starts flirting with her. Max is totally swoon-worthy, and even gets her quirky sense of humor. So when he asks out her so-called best friend Addison, Gemma’s heartbroken. Then Addison pressures Gemma to join the date with one of Max’s friends. But the more time they all spend together, the harder Gemma falls for Max. She can’t help thinking that Max likes her back—it’s just too bad he’s already dating Addison. How can Gemma get the guy she wants without going after her best friend’s boyfriend?
Cerita dimulai saat Gemma Van Cleve memulai ujian Mayoret pada tahun seniornya. Ujian ini memilih 3 mayoret terbaik sekaligus menjadi ketua Mayoret. Tentu saja, semua yang berlatih mayoret ini merupakan cewek cewek populer dengan tubuh langsing dan wajah cantik. Gemma sendiri harus diet mati matian untuk mencapai tubuhnya sekarang. Saingan terbesar dalam ujian ini adalah Addison, sahabatnya yang menurut Gemma, selalu mengikuti semua apa yang dilakukan oleh Gemma dan akan mengatakan pada yang teman teman yang lain bahwa Gemmalah yang mengikutinya. (Annoying right, huh?). Kemudian, ada Delilah, kompetitor Gemma yang ramah dan baik hati. Walaupun Addison menyebut Gemma sahabatnya, namun Gemma lebih menganggap Delilah lah yang cocok disebut sebagai sahabat. Dari ujian Mayoret ini, Gemma berhasil memenangkan hati para juri dan keluar sebagai ketua Mayoret.
Judul : Only The Good Spy Young ( Cuma yang Lihai yang Bisa Jadi Mata Mata) Penulis : Ally Carter Penerjemah : Alexandra Karina Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : 2011 Jumlah halaman : 284 halaman ISBN : 978-979-22-6873-7 Ratings : 4/5 stars Re-read
Sinopsis
Mata-mata yang luar biasa merupakan pembohong terbaik. Begitu kata Kepala Sekolah Akademi Gallagher—sekolah mata-mata top secret—suatu kali. Dan ketika peristiwa mengerikan di London membuka rahasia bahwa salah satu orang yang paling dipercayainya ternyata agen ganda, Cammie mulai bertanya-tanya apakah ia bisa memercayai orang lain. Termasuk Zach, si cowok keren sekaligus calon mata-mata hebat. Seberapa banyak kata-kata cowok itu yang benar dan seberapa banyak yang tidak? Kali ini Cammie benar-benar harus menentukan siapa saja yang bisa ia percaya, dan membuktikan apakah dirinya cukup lihai… untuk menjadi mata-mata.
Buku
ini diawali dengan Cammie dan Bex yang menghabiskan libur musim dinginnya di
London. Cammie masih saja cemas dengan keberadaan Circle Of Cavan yang masih
saja mengejarnya. Hingga sebuah kejadian yang mengerikan terjadi. Tempat ice
skating tempat Cammie dan Bex berada tiba tiba gelap karena terputus aliran
listriknya. Sontak keadaannya menjadi ricuh, Cammie menjadi kehilangan arah
hingga ada seseorang yang menariknya dari kerumunan. Yap, dia adalah Mr.
Solomon. Guru Gallager Academy sekaligus mata mata top CIA yang (ternyata)
telah bergabung dengan Circle of Cavan sejak bersekolah di Blackthorne. Maksud
kemunculan Mr. Solomon yang ingin bertemu Cammie adalah ingin menyampaikan ‘pesan’
bahwa Cammie harus mengikuti sang ‘merpati’. Sejak kejadian tersebut, Cammie
dan keluarga Bex harus mengikuti berbagai interogasi dan berpindah pindah
rumah. Dan menurut Cammie sendiri, tidak ada tempat yang aman untuknya.
Judul : Opal (Lux #3)
Penulis : Jennifer L. Armentrout
Penerbit : Entangled Teen
Tahun terbit : 2012
Bahasa : Inggris
Genre : Young Adult, Science Fiction, Paranormal Romance
ISBN : 9781620610091
Bisa dibeli di : Opentrolley.co.id
Ratings : 4/5 stars
Rating Goodreads : 4.41/5 stars
No one is like Daemon Black. When he set out to prove his feelings for me, he wasn’t fooling around. Doubting him isn’t something I’ll do again, and now that we’ve made it through the rough patches, well... There’s a lot of spontaneous combustion going on. But even he can’t protect his family from the danger of trying to free those they love. After everything, I’m no longer the same Katy. I’m different... And I’m not sure what that will mean in the end. When each step we take in discovering the truth puts us in the path of the secret organization responsible for torturing and testing hybrids, the more I realize there is no end to what I’m capable of. The death of someone close still lingers, help comes from the most unlikely source, and friends will become the deadliest of enemies, but we won’t turn back. Even if the outcome will shatter our worlds forever. Together we’re stronger... and they know it.
Yay. Dawson is back! Saudara
kembar Daemon telah kembali setelah diculik dan menjadi bahan percobaan oleh
Daedalus. Entah apa maksud Daedalus mengembalikan Dawson kembali sedangkan Beth
masih di tahan di Daedalus. Buku ini diawali dengan Dawson ‘membunuh’ seorang
officer yang sedang mengintai rumah Kat dan mengambil gambarnya. Kontrol Dawson
akan ‘sumber’nya sedikit melesat menjadikan jasad officer mendarat di lantai
kamar Kat, yang tentu saja mengagetkan Kat dan Daemon yang sedang berada di
kamar Kat. Keadaan Dawson tanpa Beth sangatlah buruk. Dia tidak mau berbicara
dengan Daemon maupun Dee. Dawson selalu berusaha kabur dari rumah untuk
menjemput Beth. Mengingat betapa berbahayanya Daedalus, dan mencegah Dawson
untuk selalu kabur, Daemon dan Dee bergiliran mengawasi Dawson. Hal ini tentu
saja mempengaruhi intensitas kebersamaan Daemon dan Kat. Tapi tenang saja, para
penggemar Daemon & Kat. Di buku ini akan lebih banyak momen Daemon dan Kat.
Judul : Just One Song
Penulis : Stacey Lynn
Penerbit : CreateSpace Independent Publishing Platform
Jumlah halaman : 292 halaman
Bahasa : Inggris
Genre : Romance
Rating : 3/5 stars
Rating Goodreads : 4.04/5 stars
Sinopsis
Nicole Parsons had the perfect life, made complete with the suburban home and the proverbial white picket fence. When tragedy struck and she lost the most important people in her life, she turned away from everything she loved before; shutting out every reminder of the perfect life she lost. It has been one year, three months, one week and six days since the accident; and Nicole is ready to stop counting the days she’s survived, and begin living again. On a dare from her best friend, Nicole encounters Zack Walters - the popular alternative rock star and man who signifies so much of her past – and suddenly everything in Nicole’s safe and quiet life changes. When she’s forced to face the pain she’s carried for so long, will she truly be able to heal from her past and begin to live again? Or will her new adventure ruin her completely?
Cerita bermula dari Nicole yang
mulai membuka dirinya setelah kehilangan suami dan anaknya. Mia, sahabat
baiknya sedikit demi sedikit berhasil mengeluarkan Nicole dari keterpurukan.
Dia mulai mengajak Nicole bersenang senang di suatu klub. Untuk merayakan
keadaan Nicole, Mia memberikan tantangan kepada Nicole untuk flirting dengan salah satu lelaki yang
ada di klub dan jika lelaki tersebut membelikan Nicole minum, maka Nicole menang
dan Mia bersedia membelkannya sepatu favorit Nicole. Tantangan Nicole pun
dimulai, dia kemudian bertemu Zack, seorang vokalis band rock yang sedang
hangout dengan teman satu bandnya, Jack. Merasa payah dengan kemampuan
flirtingnya, Nicole kemudian membeberkan cerita sesungguhnya dan meminta Zack
untuk membelikannya minum. Zack sangatlah terkejut dan mlongo saat mengetahui
bahwa Nicole tidak mengetahui siapa dirinya. Dengan senang hati, dia kemudian
membelikan Nicole minum dan dari situlah hubungan mereka berawal.
Zack
kemudian mulai mengundang Nicole dan Mia untuk ke backstage konser mereka.
Nicole merasa tertantang, karena sebagai fotografer, memotret konser adalah suatu
hal yang belum pernah lakukan. Dari situlah, kemudian Zack sering mengunjungi
apartemen Nicole dan sering mengajak Nicole ke tour konsernya. Tanpa
sepengetahuan Zack, Nicole memiliki rahasia terdalamnya mengenai ketakutannya untuk menjalin hubungan baru?
Judul : Interlude
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
Jumlah halaman : 380 halaman
Tahun terbit : 2014
Genre : New Adult, Romance
Harga : 46.400 (20% Off)
Bisa dibeli di : bukabuku
Rating : 4/5 stars
Rating Goodreads : 4.10/5 stars
Sinopsis
Hanna,listen.
Don’t cry, don’t cry.
The world is envy.
You’re too perfect
and she hates it. Aku tahu kau menyembunyikan luka di senyummu yang retak. Kemarilah, aku akan menjagamu, asalkan kau mau mengulurkan tanganmu. “Waktu tidak berputar ulang. Apa yang sudah hilang, tidak akan kembali. Dan, aku sudah hilang.” Aku ingat kata-katamu itu, masih terpatri di benakku. Aku tidak selamanya berengsek. Bisakah kau memercayaiku, sekali lagi? Kilat rasa tak percaya dalam matamu, membuatku tiba-tiba meragukan diriku sendiri. Tapi, sungguh, aku mencintaimu, merindukan manis bibirmu. Apa lagi yang harus kulakukan agar kau percaya? Kenapa masih saja senyum retakmu yang kudapati? Hanna, kau dengarkah suara itu? Hatiku baru saja patah….
Interlude bercerita tentang 2 insan manusia yang memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda. Hanna & Kai. Hanya ada satu kesamaan di antara mereka. Hidup mereka sama sama tak bahagia.
Hanna Sjahrir. Seorang mahasiswa jurnalisme tingkat akhir yang baru saja kembali dari cuti kuliahnya selama 1 tahun. Mencoba untuk survive setelah 1 tahun yang lalu dia mendapat perlakuan yang tak mengenakan dari seseorang yang disukainya. Walau banyak bisikan dan omongan tak sedap dari mahasiswa lain, dia mencoba untuk tetap tegar. Dia suka membawa perekam untuk merekam suara suara di sekililingnya agar tak kesepian. Hanna juga pecinta kopi Latte dan laut.
Kai Risjad. Seorang musisi yang jenius dan mahasiswa hukum yang meraih IP 4 selama 6 semester berturut turut. Sayangnya, dia tidak memiliki dorongan atau tujuan hidup. Dia tidak memiliki ambisi di bidang musik maupun kuliahnya. Hidup Kai penuh dengan musik jazz, alkohol, dan wanita. Kai juga memiliki kelurga yang tak harmonis. Yang menjadikan alasan mengapa Kai jarang sekali pulang ke rumah.
Judul : Pivot Point (Pivot Point #1)
Penulis : Kasie West
Penerbit : HarperTeen
Jumlah halaman : 343 halaman
Tahun terbit : 2013
Bahasa : Inggris
Genre : Romance, Fantasy
Rating : 4/5 stars
Rating Goodreads : 4.08/5
Sinopsis
Knowing the outcome doesn’t always make a choice easier . . .
Addison Coleman’s life is one big “What if?” As a Searcher, whenever Addie is faced with a choice, she can look into the future and see both outcomes. It’s the ultimate insurance plan against disaster. Or so she thought. When Addie’s parents ambush her with the news of their divorce, she has to pick who she wants to live with—her father, who is leaving the paranormal compound to live among the “Norms,” or her mother, who is staying in the life Addie has always known. Addie loves her life just as it is, so her answer should be easy. One Search six weeks into the future proves it’s not.
In one potential future, Addie is adjusting to life outside the Compound as the new girl in a Norm high school where she meets Trevor, a cute, sensitive artist who understands her. In the other path, Addie is being pursued by the hottest guy in school—but she never wanted to be a quarterback’s girlfriend. When Addie’s father is asked to consult on a murder in the Compound, she’s unwittingly drawn into a dangerous game that threatens everything she holds dear. With love and loss in both lives, it all comes down to which reality she’s willing to live through . . . and who she can’t live without.
Pivot Point mengisahkan tentang kehidupan Adison Coleman yang memiliki kemampuan spesial bisa melihat masa depan ketika diberi pilihan yang akan menciptakan 2 hasil yang berbeda. Kemampuannya amat sangat berguna, tatkala orang tuanya mengumumkan perceraian mereka dan ayahnya memutuskan untuk keluar dari Compound (Lingkungan dimana masyarakatnya memiliki kemampuan supernatural) dan tinggal di lingkungan orang orang normal. Addie dihadapkan pada pilihan apakah akan tetap tinggal bersama ibunya di Compound atau bersama sang ayah di dunia orang normal. Addie mencari kemungkinan masa depan yang paling bermanfaat untuknya -dan menyadari bahwa keputusannya tidak sesederhana yang ia bayangkan. Dua kehidupan, Dua orang tua yang berbeda, dua laki laki yang berbeda. Kehidupan mana yang Addie pilih?
Sejujurnya, saya agak kesulitan untuk mengulas plot cerita buku ini. Karena di awal saya membaca buku ini saya butuh waktu agak lama untuk menelaah setiap adegannya karena setiap bab memuat adegan, latar, suasana, dan karakter yang berbeda. Salah satu hal yang paling menarik dari Pivot Point adalah konsep originalnya yang dieksekusi dengan sangat baik. Kita terbiasa dengan makhluk makhluk supernatural seperti Vampire, Werewolf, penyihir dst, -makhluk makhluk supernaturnal di Pivot Point sangatlah berbeda dan menyenangkan. Ada orang yang bisa membujuk orang lain, mereka yang bisa menghapus memori dan kenangan, mereka yang dapat mendeteksi kebohongan, orang orang yang dapat memindahkan obyek massa hanya dengan pikirannya, orang orang yang dapat memanipulasi massa, orang orang yang dapat memanipulasi mood dan tentunya orang yang dapat melihat ke masa depan ketika diberi 2 pilihan. Setiap kemampuan supernaturalnya diceritakan dengan cara yang menyenangkan dan segar.
Karakter karakternya cukup menarik dan loveable. Membaca dari sudut pandang Addie sangatlah menyenangkan. Dari sisi romancenya sendiri, Addie dihadapkan pada dua pilihan lelaki. Ada Duke seorang quarterback yang hot dan memiliki kemampuan bisa mempengaruhi mood. Di sisi lain ada Trevor, seorang good boy yang merupakan mantan pemain bola dan 'normal'. Jika dilihat secara kasar, bisa dibilang Duke bad boynya dan Trevor adalah good boynya. Trevor sedikit mengingatkan saya kepada Tucker dari serial Unearthly. Dia termasuk kategori good boy yang paling menarik dan menyenangkan. Dari saya sendiri, saya lebih suka Trevor ketimbang Duke :D Untuk endingnya, saya sebenernya lebih suka kalo bukunya gak usah dilanjutin. Cukup disini aja hehehe. Secara keseluruhan, saya puas sekali baca buku Kasie West yang ini. Buat kalian penggemar Kasie West atau Young Adult, buku ini sangat layak untuk dibaca!
“I think unhappiness comes from unfulfilled expectations.”
Judul : Wait For You (Wait For You #1)
Penulis : J.Lynn / Jennifer L. Armentrout
Penerbit : William Morrow & Co
Jumlah halaman : 360 halaman
Tahun terbit : 2013
Genre : Contemporary Romance
Harga buku : 178.000 (Bahasa Inggris)
Bisa dibeli di : OpenTrolley
Rating : 4/5 stars
Rating Goodreads : 4.25/5 stars
Sinopsis
Some things are worth waiting for… Traveling thousands of miles from home to enter college is the only way nineteen-year-old Avery Morgansten can escape what happened at the Halloween party five years ago—an event that forever changed her life. All she needs to do is make it to her classes on time, make sure the bracelet on her left wrist stays in place, not draw any attention to herself, and maybe—please God—make a few friends, because surely that would be a nice change of pace. The one thing she didn’t need and never planned on was capturing the attention of the one guy who could shatter the precarious future she’s building for herself. Some things are worth experiencing… Cameron Hamilton is six feet and three inches of swoon-worthy hotness, complete with a pair of striking blue eyes and a remarkable ability to make her want things she believed were irrevocably stolen from her. She knows she needs to stay away from him, but Cam is freaking everywhere, with his charm, his witty banter, and that damn dimple that’s just so… so lickable. Getting involved with him is dangerous, but when ignoring the simmering tension that sparks whenever they are around each other becomes impossible, he brings out a side of her she never knew existed. Some things should never be kept quiet… But when Avery starts receiving threatening emails and phone calls forcing her to face a past she wants silenced, she’s has no other choice but to acknowledge that someone is refusing to allow her to let go of that night when everything changed. When the devastating truth comes out, will she resurface this time with one less scar? And can Cam be there to help her or will he be dragged down with her? And some things are worth fighting for…
Avery Morgansten meninggalkan kampung halamannya di Texas untuk memulai hidup baru menjadi anak kuliahan. Di hari pertamanya, dia sangatlah beruntung ditabrak oleh seorang lelaki yang cukup membuat jantung Avery berdetak cepat. Tak disangka, ternyata lelaki yang menabrak dirinya adalah tetangga apartemennya. Dia adalah Cameron Hamilton, seorang lelaki populer yang juga satu kelas dengannya.
Cameron mulai mendekatkan dirinya pada Avery dengan sering mampir ke apartmen Avery untuk membuatkan sarapan, mengajak Avery mengerjakan tugas bersama, dan yang terakhir dia mengajak Avery untuk berkencan. Namun, Avery selalu menolaknya.
Namun, Cameron tidak patah semangat. Dia terus bertanya hingga akhirnya dinding pertahanan Avery runtuh dan menerima ajakannya untuk berkencan. Cameron kemudian mengajak Avery untuk merayakan thanksgiving bersama keluarganya. Konflik muncul saat Cameron menyadari ada tanda bekas percobaan bunuh diri di pergelangan tangan Avery. Dan Avery kerap kali menghindar saat Cam menyinggungnya. Cam berspekulasi bahwa Avery masih mempunyai rahasia gelap yang belum diceritakan kepada Cam. Dari sejak itu Avery menghindari Cam sampai sampai dia bolos kelas dan harus mengulang tahun depan.
Dari halaman pertama membaca buku ini, saya ga bisa berhenti baca sampai 2 jam saya selesai buku ini. Dari segi karakter, saya suka banget sama Avery dan Cam. Cameron Hamilton adalah sosok karakter good boy yang menyenangkan dan lucu. Dia tipe laki laki yang selalu membuat cewek cewek salting. Kelihatannya, dia adalah sosok yang sempurna, tapi kenyataannya dia memiliki rahasia gelap tentang masa lalunya *peluk Cam*. Kemudian ada Avery Morgansten. Dia sebenarnya adalah karakter yang senang bergaul dan termasuk tipe cewe populer. Tapi, karena ada satu kejadian di masa lalunya yang cukup membuat dia depresi, dia kemudian menutup diri dan menghindari segala bentuk hubungan dengan lawan jenis. Nah, disini Avery adalah sosok perempuan yang pintar menyembunyikan emosi, tegar, dan mandiri. Dari luarnya, dia kelihatannya cewe yang strong tapi ternyata dia adalah sosok yang sangat rapuh. Karakter yang paling ga saya suka adalah orang tuanya Avery. Saya benar benar tidak bisa membayangkan kalo ternyata tipe orangtua seperti mereka ini ada (Dan, saya yakin pasti ada.) Mereka adalah sosok orang tua yang hanya mementingkan gengsi dan harta :| Tanpa mempedulikan nasib dan perasaan anaknya. Poor Avery.
Keseluruhan, saya cukup menikmati buku ini. Gaya penulisan Jennifer juga tidak banyak berubah. Masih enak untuk dibaca, mengalir dan smooth. Maka dari itu, saya berikan 4 bintang untuk buku ini xD
“…life wasn’t meant to be perfect. It was messy and sometimes it was a disaster, but there was beauty in the messiness and there could be peace in the disaster.”♥