Judul : Take a Bow
Penulis : Elizabeth Eulberg
Penerbit : Bentang Belia
Jumlah halaman : 322 halaman
Tahun terbit : 2012
Genre : Romance
Rating : 4/5 stars
Rating Goodreads : 3.95/5
Sinopsis
Aku sayang sama kamu, seperti aku menyayangi dia.Kenapa kalian nggak pernah bisa akur saja?
Selalu saja bertengkar, saling menuduh, keras kepala.
Sama-sama melindungiku, sama-sama menginginkanku selalu ada.
Aku bingung mana di antara kalian yang benar-benar harus kupercaya.
Kalian berdua sangat berarti buatku.
Kalian tidak untuk dipilih.
Izinkan aku tetap bisa bersama kamu dan kamu, selamanya ….
Buku ini terbagi 4 sudut pandang. Ethan, Emme, Carter dan Sophie :
Ethan. Seorang gitaris yang berkharisma. Memiliki kemampuan luar biasa dalam hal bermain musik. Hanya saja dia sangat gugup untuk tampil di depan umum. Tak hanya kemampuannya bermain musik, suaranya pun yahud. Satu hal yang bisa mengatasi kegugupannya di atas panggung adalah dengan minum alkohol sebelum manggung. Sampai sampai ada suatu kejadian, dia hampir merusak pentasnya di atas panggung. Yang membuat seluruh personilnya marah, termasuk Emme. Emme adalah cewek satu bandnya yang ditaksir Ethan, Emme pula lah yang menyebabkan dia putus dengan Kelsey.
Emme. Cewek berambut merah yang seringkali dipanggil 'Red' oleh teman teman bandnya. Dia bisa memainkan gitar dan keyboard dan memiliki kemampuan dapat menulis lagu yang indah. Karena keahlian membuat lagu inilah, ia dimanfaatkan oleh sahabat kecilnya -Sophie-yang merupakan seorang penyanyi. Dia agak sedikit bodoh dalam berteman. Ia tidak tahu mana sahabat yang hanya memanfaatkannya dan mana yang bukan. Dia selalu membuatkan Sophie lagu untuk dinyanyikan sedangkan Emme selalu setia mengiringinya. Karena Sophie-lah Emme mengikuti Audisi Creative and Performing Arts hanya agar terus bersama Sophie. Tak disangka, ternyata sifat asli Sophie terkuak yang membuat Emme harus mampu berdiri sendiri.
Penulis : Elizabeth Eulberg
Penerbit : Bentang Belia
Penerjemah : Rini Nurul Badariyah
Jumlah halaman : 282 halaman
Tahun terbit : 2012
Genre : Young Adult, Romance
Harga buku : 39.000
Bisa dibeli di : bukabuku
Rating : 3/5 stars
Goodreads : 3.88/5 stars
Sinopsis
Mana yang lebih penting? Pacar atau sahabat?
Setelah dikhianati Nate, Penny Lane bersumpah nggak akan mau dekat-dekat apalagi sampai pacaran sama manusia berlabel cowok. Sohibnya, Diane meninggalkan Penny juga demi cowok. Gimana Penny nggak makin kebakaran?
Penny nggak sendiri. Banyak cewek di sekolah punya pengalaman sama: korban cowok nggak penting! Penny akhirnya mendirikan sebuah klub cewek jomblo The Lonely Heart Club.
Peraturan utamanya ekstrim: nggak boleh pacaran! Hufft…apa bisa aturan gila ini ditaati?
Masalah lalu muncul saat Ryan Bauer-cowok populer di sekolah mendekati Penny. Sementara itu ikatan diantara sohib cewek The Lonely Heart Club makin kuat.
Mampu nggak sih Penny Lane menahan godaan untuk nggak nge-datesama Ryan yang super cool? Siapa yang akan dipilih Penny? Cowok yang jadi rebutan cewek satu sekolah atau klub berisi sohib yang super asyik?
Penny Lane tumbuh dari keluarga yang amat menyukai The Beatles, maka dari itu, orang tuanya memberikannya nama yang diambil dari salah satu lagu the Beatles. Begitu pun juga dengan saudara saudara Penny.
Penny Lane baru saja patah hati. Sahabat masa kecilnya (Nate) yang sudah lama ia taksir ternyata kepergok sedang berduaan dengan wanita lain. Penny kemudian merasa terkhianati dan bertekad untuk melupakan Nate. Penny kemudian membentuk The Lonely Hearts Club (kalo disini mungkin kumpulan para cewek jomblo hihih) di sekolahnya. Awalnya, hanya dia sendiri anggotanya. Namun, lama kelamaan sahabat sahabatnya juga ikut dalam club ini. Yang mengejutkan, Diane (sahabat lama Penny yang telah meninggalkannya karena pacaran dengan Ryan Bauer) dikabarkan putus dengan Ryan, dan kembali menjadi sahabat Penny dan ingin menjadi anggota club ini. Lama kelamaan, club ini memiliki banyak anggota. Awalnya, club ini menjadi musuh bagi para cowok dan karena club ini juga Penny sering dipanggil Kepala Sekolah. Namun, lama kelamaan club ini bisa memberikan dampak positif kepada anggotanya dan orang sekitar.
Masalah muncul ketika Ryan Bauer mengajak Penny nonton konser. Memang sih, Ryan itu HANYA teman baiknya. Tapi, berdasarkan peraturan club, anggota dilarang berkencan. Nah disini, Penny Lane mulai galau dan resah tidak hanya tentang peraturan club, tapi juga fakta bahwa Ryan adalah mantan sahabatnya.
Jadi? Keputusan apakah yang akan diambil oleh Penny Lane?
It's good to be back! Aku baru sadar sudah berhari hari aku tidak menulis review disini </3. Iya, aku sedang galau, sibuk, dan stres bahahaha. Akhirnya aku pun kabur dari kuliah dan balik ke rumah. It's always good to be back home, anyway. Perlu mencharge energi dengan bertemu dengan buku buku kesayangan yang tak bisa aku bawa ke kos :(
Kedua kalinya aku membaca karya Elizabeth setelah Prom and Prejudice. Temanya kurang lebih sama, mengambil setting SMA yang fun dan ringan. Membaca buku ini bisa memberikan dampak seneng dan sedih buatku. Senengnya, buku ini cocok buat pelarian saya dan nambah mood setelah membacanya. Sedihnya, aku jadi kangeeeen banget sama SMA. Bener ternyata kata orang, SMA itu memang masa masa yang paling membahagiakan (SMP juga sih buatku :D). Aku juga suka banget dengan sahabat sahabatnya Penny Lane di buku ini, They're so loyal and fun! Aaaw, rasanya kalo punya mesin waktu, pengin ngerasain lagi nikmatnya SMA hehe. Buat teman teman yang masih SMA nih, nikmatilah waktu kalian, nikmatilah nak :D
Buatku buku buku karya Elizabeth bisa memberikan angin segaar saat suntuk dan jenuh. Pilihan yang cocok kalo pengin baca buku yang tidak terlalu berat. Kabarnya, buku ini bakal ada lanjutannya di 2015. Duh, kelamaan yak? Hehe. Sambil menunggu 2015, mari kita cari buku buku Elizabeth yang lain. ;)
Judul : Prom and Prejudice Penulis : Elizabeth Eulberg Penerbit : Bentang Belia Penerjemah : Retno Retnadi Jumlah halaman : 218 halaman Tahun terbit : 2012 Genre : Young Adult, Romance Harga Buku : 28.900 Bisa dibeli di : bukukita Rating : 4/5 stars Goodreads : 3.85/5 stars
Sinopsis
From the much-buzzed-about author of THE LONELY HEARTS CLUB (already blurbed by Stephenie Meyer, Lauren Myracle, and Jen Calonita), a prom-season delight of Jane Austen proportions. It is a truth universally acknowledged, that a single girl of high standing at Longbourn Academy must be in want of a prom date. After winter break, the girls at the very prestigious Longbourn A...more From the much-buzzed-about author of THE LONELY HEARTS CLUB (already blurbed by Stephenie Meyer, Lauren Myracle, and Jen Calonita), a prom-season delight of Jane Austen proportions. It is a truth universally acknowledged, that a single girl of high standing at Longbourn Academy must be in want of a prom date. After winter break, the girls at the very prestigious Longbourn Academy become obsessed with the prom. Lizzie Bennet, who attends Longbourn on a scholarship, isn't interested in designer dresses and expensive shoes, but her best friend, Jane, might be - especially now that Charles Bingley is back from a semester in London. Lizzie is happy about her friend's burgeoning romance but less than impressed by Charles's friend, Will Darcy, who's snobby and pretentious. Darcy doesn't seem to like Lizzie either, but she assumes it's because her family doesn't have money. Clearly, Will Darcy is a pompous jerk - so why does Lizzie find herself drawn to him anyway?
Akademi Longbourn adalah akademi khusus perempuan yang cukup terkenal dengan status 'high class'nya. Kebanyakan yang bersekolah disana adalah orang orang yang berduit dan mengahabiskan liburannya di berbagai belahan dunia. Untuk menjaga keanekaragaman, Akademi Longbourn kemudian menawarkan beasiswa. Salah satu penerima beasiswa tersebut adalah Elizabeth Bannet atau biasa dipanggil Lizzie. Sejak masuk kelas junior, Lizzie sudah mengalami bullying oleh teman temannya. Dilempari milk shake, shamponya ditukar dengan lotion perontok rambut, dan jus jeruknya dicampur dengan obat pencahar, dan semua kejahilan teman teman kaya nya yang sering dia alami.
Lizzie memiliki 2 sahabat dekat bernama Jane dan Charlotte. Charlotte sendiri merupakan anak beasiswa seperti Lizzie, yang membuat mereka menjadi sahabat senasib dan sepenanggungan. Sedangkan Jane adalah anak orang kaya. Namun, kemudian ayah Jane dipecat dari perusahaannya. Beruntung ayah Jane masih mendapat pesangon yang cukup besar hingga masih bisa memenuhi kebutuhan Jane dan adiknya, Lydia. Dari awal sebelum ayahnya dipecat, Karakter Jane berbeda dengan karakter anak anak kaya yang lain. Dia begitu positif memandang sesuatu, tak terkecuali Lizzie. Jadi lah mereka kemudian bersahabat.