Selasa, 31 Maret 2015

Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya

Sabtu Bersama BapakJudul : Sabtu Bersama Bapak
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : Gagas Media
Jumlah halaman : 278 halaman
Tahun terbit : 2014
Genre : Family, Romance
Rating : 3/5 stars
Rating : 4.31/5 stars


Sinopsis
“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.“Ini Bapak.Iya, benar kok, ini Bapak.Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.

Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.Bapak sudah siapkan.
Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.I don’t let death take these, away from us.I don’t give death, a chance.
Bapak ada di sini. Di samping kalian.Bapak sayang kalian.”
Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.


Buku ini menceritakan tentang keluarga Garnida, dimana sang kepala keluarga, Gunawan Garnida divonis mengidap kanker dan hidupnya tak akan lama lagi. Tentu hal ini membuat Gunawan dan sang istri harus mempersiapkan 'bekal' yang cukup untuk keluarga mereka dan 2 anak mereka yang masih kecil, Satya dan Cakra. Gunawan kemudian berinisiatif untuk membuat video video berisi pesan, nasihat, dan petunjuk yang akan ditonton anak anaknya kelak setiap hari Sabtu. 

"Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat."

"Iya, sih. Tapi, mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat."



Satya, anak sulung dari keluarga Garnida yang terkenal dengan ketampanannya dan tingkah laku bad bod nya akhirnya menikah dengan gadis cantik  yang sudah ditaksirnya saat kuliah bernama Rissa. Satya sendiri bekerja di perusahaan minyak Internasional yang mengharuskan dirinya berpindah pindah tempat tinggal dan meninggalkan Indonesia. Dalam perjalanan membina hubungan rumah tangga mereka, Rissa dan Satya dikaruniai 3 bocah laki laki yang memiliki karakter sangat berbeda. Cerita Satya dimulai dengan keluhan Rissa terhadap sikap temperamen sang suami. Mulai dari situ, Satya mulai introspeksi dan merenung betapa Ia sudah lama tidak menonton video video Bapak yang sudah menemaninya sejak kecil.

Cakra, anak bungsu dari keluarga Garnida yang (agak) ganteng dan selalu apes dalam hal percintaan. Entah cinta bertepuk sebelah tangan atau gagal total, manis asam dan pahit percintaan sudah Cakra rasakan selama hidupnya. Hingga Cakra sampai pada suatu titik, dimana Ia sudah bertambah tua, sudah memiliki pekerjaan yang mapan, punya rumah, dan sang Ibu sudah memiliki usaha yang penghasilannya melebihi gaji Cakra. Hanya satu yang kurang yaitu jodoh. Ibunya sudah mulai sering menggunakan jurus 'Mau Ibu kenalkan sama anak teman Ibu?'. Cakra mulai berkonsultasi dengan teman temannya dan mencoba kembali mengejar cinta yang selama ini dicarinya. 

******

Satu wishlist tahun ini kembali terpenuhi. Walau sebenarnya membeli buku ini hasil iseng iseng dan gak sengaja, dan langsung aku baca sampai selesai. Ini adalah pertama kalinya aku membaca buku yang ditulis oleh Adhitya Mulya. Dan hasilnya? Aku sukaaa sama buku ini. 

Dari segi gaya bahasa, aku lumayan suka, mudah dimengerti, mengalir dan bisa menyisipkan humor yang berhasil bikin aku senyam senyum. Walau menurutku plotnya tidak terlalu runtut, tapi plot & gaya bahasanya sudah bagus dan bisa diikutin. 

Buku ini juga memiliki banyaak makna dan pelajaran yang bisa diambil. Khususnya aku sebagai perempuan yang nantinya akan mengurus keluarga (Amiin!), begitu banyak hal yang harus dilakukan dan dipersiapkan baik dari segi materi dan mental. Nah, buku ini lumayan memberikan gambaran bagaimana membina sebuah hubungan rumah tangga tidaklah mudah dan betapa komunikasi dengan pasangan adalah kunci dari segala persoalan. Beberapa nasihat yang terselip di buku ini berhasil membuatku berpikir dan manggut manggut, ikut menyetujui prinsip prinsip yang terselip di buku ini.

Dari segi karakter, Saya suka dengan kedua karakter utamanya, Satya dan Cakra. Walau awalnya saya sempat mengerutkan kening saat membaca bagian dimana Satya suka marah marah dan temperamen (Atuut punya suami begini :|). Namun penulis berhasil menyajikan sisi Satya yang halus, pemaaf, dan perhatian dengan keluarga. Lain halnya dengan Cakra, yang menurut saya idaman wanita banget. Humoris walau kadang kadang garing, friendly dan ramah. Yah pokoknya suami-able banget deh. Poin ++ juga untuk Satya dan Cakra karena sayang Ibu <3

Bagiku, buku ini tidak hanya menyajikan sebuah cerita. Tapi juga cerita cinta penuh makna dan manis. 

“Menikah itu banyak tanggung jawabnya.
Rencanakan.

Rencanakan untuk kalian.

Rencanakan untuk anak-anak kalian.”


1 komentar:

  1. i like and love this book,, menginspirasi dan memberikan banyak pelajaran terutama dalam sebuah keluarga.. recomended buat ditonton filmnya yg katanya keluar di tahun 2016 ini..

    BalasHapus