Sabtu, 12 Maret 2016

Yummy Tummy Marriage by Nurilla Iryani

Yummy Tummy Marriage

Judul : Yummy Tummy Marriage
Penulis : Nurilla Iryani
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : 276 halaman
Rating : 4/5 stars

Meski pesta pernikahanku jauh sekali dari impianku, tetapi kebahagiaanku enggak berkurang sedikit pun karena aku sudah resmi menikah dengan seorang pria yang membuatku jatuh cinta setiap hari selama tiga tahun terakhir ini, Bara Wiryawan. Yes Darling, let me tell you this: When you marry the one you love, everything is perfect.
But now I know, Bara is not perfect enough, dan terutama sama kliennya yang demanding banget. Argh!
—Gina
Gila, gue enggak pernah menyangka rangkaian acara pernikahan bisa bikin badan gue pegel-pegel. Harusnya jasa pijet masuk ke dalam paket pernikahan yang ditawarkan Wedding Organizer gue. But hey, gue tetep seneng banget karena wanita yang selama ini gue cintai akhirnya resmi jadi istri gue. Gina Anjani, you’re all mine now!
Until I know, tiga tahun ternyata enggak cukup buat gue mengenal Gina dan semua rahasia besarnya. Sigh!
—Bara


Buku ini menceritakan tentang kehidupan pernikahan Gina Anjani dan Bara Wiryawan. Gina Anjani sendiri merupakan seorang fashion blogger yang gemar belanja dan sering mendapatkan endorse dari online shop. Sedangkan Bara Wiryawan merupakan IT consultant di salah satu perusahaan IT di Jakarta. Cerita pernikahan mereka diawali dengan pesta pernikahan impian Gina yang tidak bisa diwujudkan, mengingat keluarga Gina & Bara memiliki banyak kerabat, sedangkan pernikahan impian Gina mengadakan private party yang berlokasi di Bali. Karena  ide pernikahan Gina dan keluarganya sangatlah berbeda, maka Gina harus mengalah demi tercapainya acara pernikahan mereka. Tidak hanya disitu saja, Gina lagi lagi harus menghapus bulan madu impiannya di Maldives dan hanya menikmati bulan madu di Dufan karena sang suami hanya mendapat cuti 3 hari.

Perjalanan Gina dan Bara menjadi suami istri pun dimulai. Gina mulai belajar akan tugas tugas istri seperti membuatkan kopi kesukaan Bara, membuat sarapan, membereskan rumah (yang ini tidak pernah terlewatkan oleh Gina, karena dia memiliki kecenderungan OCD!), dan membuat cemilan cemilan kesukaan Bara. Di sisi lain, Gina suka sekali belanja. Baginya pereda stress yang sering dialaminya adalah belanja. Lain halnya dengan Gina. Bara hampir tidak pernah nganggur kecuali weekend. Bara seorang workaholic yang jam pulang kantornya selalu jam 8 malam atau lebih. Hal ini kadang yang membuat Gina sebal karena dia harus menunggu Bara pulang dan menjadi makan yang dibuatnya selalu dingin.


Konflik dimulai saat Bara menemukan jumlah tagihan Credit Card Gina di Dapur. Bara merasa insecure terhadap financial keluarganya apalagi mengetahui bahwa Gina memiliki tagihan Credit Card yang cukup banyak, dan tagihannya tidak Cuma satu.

Bisakah pengantin baru ini menyelesaikan masalah keuangan mereka? Dan bisakah Gina mengobati hasrat ingin belanja terus menerus?

 ******

Haiiii. It’s soooo good to be back. Kayanya udah lama banget ya, terakhir post di blog ini udah tahun lalu aja ya. Maafkan dakuuh. Saya emang lagi sibuk banget persiapan magang dan akhir bulan kmaren saya baru aja selesai Magang. Doakan seminarnya lancar yah!! J


Jadi, aku beli buku ini Cuma 10.000 karena waktu itu bukabuku lagi diskon besar besaran. Aku sebenernya asal pilih aja sih buku ini ga berdasarkan review manapun hihi. Dan ternyata aku sukaaa dan baguss. Buku ini diceritakan dari setiap sudut pandang Gina dan Bara. Dan kenapa aku suka buku ini? Karena bukunya romantis, endingnya heartwarming, dan ada sentuhan humornya jadi pas baca aku sering ketawa ketawa. Hal lain yang aku suka dari buku ini juga adalah buku ini ada banyak resep resep cemilan yang gampang dan patut dicoba! Aku aja sampe ngiler padahal cuma baca. Aku suka banget 2 karakter utama di buku ini. Gina dan Bara benar benar pasangan yang bisa melengkapi satu sama lain. Sayangnya aku ga terlalu sama karakter Gina yang ngeyel banget dibilangin, Apalagi kalo udah berhubungan sama Belanja. Hadeuuh.  Walau dia agak kepala batu. Tapi aku salut banget deh sama Gina yang rela banget belajar masak buat nyiapin sarapan dan cemilan buat Bara, mengingat masak itu kan ga gampang ya guys huhuhu. Over all aku sangat menikmati baca buku ini walau bakal lebih bagus kalo endingnya dipanjangin mahahaha (maaf, anaknya banyak maunya)hihi

"Sejak kapan definisi romantis adalah naik kipas angin raksasa yang bakal mengaduk-aduk seluruh isi perut? Sejak kapan definisi romantis adalah pergi ke Dufan untuk bulan madu? Sejak kapan romantis adalah panas-panasan sampai badan pliket begini?"






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar