Minggu, 12 Januari 2014

The Chocolate Thief - Laura Florand


Judul : The Chocolate Thief
Penulis : Laura Florand
Penerbit : Bentang Pustaka
Penerjemah : Veronica Sri Utami
ISBN : 978-602-7888-31-9
Cetakan Pertama, Mei 2013
Jumlah Halaman : 410 halaman
Bahasa : Indonesia
Ratings : 3/5 stars

Paris—fashion, romantis, dan cokelat.Namun, tidak untuk wanita Amerika sepertiku. Aku sudah tidak tahan lagi berjalan (sok) anggun dengan highheels ini. Menurutku, Paris juga bukan kota teromantis di dunia. Dan tolong catat, semua itu berawal dari Sylvain Marquis yang dengan sombongnya menolakku untuk bekerja sama.
Oh God! Apa dia tidak mengenaliku? Aku ini Cade Corey, pewaris tahta Corey Chocolate, perusahaan cokelat terbesar di Amerika. Oke, lihat saja .... Memangnya hanya dia satu-satunya pembuat cokelat terbaik di dunia ini?!
Cade Corey adalah pewaris takhta Corey Chocolate, perusahaan cokelat terbesar di Amerika. Kedatangannya ke Paris untuk menawarkan beberapa pembuat coklat mewah di Paris untuk bekerjasama dengannya. Cade bercita cita membuka lini bisnis baru untuk perusahaan cokelatnya, maka dia membutuhkan jasa pembuat cokelat di Paris untuk menjual cokelat kepadanya. 

Orang pertama yang ingin diajak bekerjasama adalah Sylvain Marquis. Salah satu pembuat cokelat paling top di Paris. Pertama kali melihat Sylvain, Cade sudah terpesona dengan tangan tangan lincahnya membuat cokelat. Namun, penawaran pertama Cade ditolak mentah mentah oleh Sylvain.

"Anda ingin menggunakan nama saya untuk produk Anda?"
"Nama saya? Sylvain Marquis di cokelat cokelat bars"
Cade keluar dengan dongkol dan jengkel luar biasa. Menurut Cade, orang orang Prancis sombong sekali. Begitupun dengan Sylvain, dia menganggap Cade adalah wanita kaya dan sombong yang mengganggap bisa membeli segalanya dengan uang. 

Orang kedua yang kemudian Cade tuju adalah Dominique Richard. Salah satu pembuat coklat top di Paris. Tapi bedanya, Dominique tidak membuat Cade terpesona dan berfantasi seperti yang terjadi dengan Sylvain.
Kurang dari 24 jam dari penolakan pertama, Cade sudah mendapat penolakan kedua dari Dominique. Cade pulang ke apartemennya dengan kecewa yang begitu mendalam. Dia merenung tentang mimpi mimpi yang sudah lama ia ingin gapai. Dan saat ini ia bertekad untuk terus berusaha.

Cade bermaksud makan malam di salah satu restoran mewah di Paris. Namun lagi lagi dia bertemu dengan Sylvain Marquis yang saat itu sedang menggandeng seorang gadis pirang yang cantik. Sylvain berhasil mengobrak abrik mood makan malam Cade akibat perdebatan tentang cokelat yang begitu memojokannya. 
Beberapa hari kemudian, Cade sedang berjalan jalan sekitar apartemennya hingga mendapati 2 turis Amerika berada di depan toko milik Sylvain Marquis. Rupanya mereka akan mengikuti workshop membuat cokelat bersama Sylvain Marquis. Sebuah rencana muncul di otak Cade, dia menawarkan pada salah satu turis itu berapa banyak uang yang dia minta untuk Cade mengambil tempatnya dan berpura pura menjadi salah satu turis itu- yang diketahui namanya adalah Maggie Saunders-

Cade memulai penyamarannya demi mendapat rahasia pembuatan cokelat Sylvain Marquis. 15 menit pertama, tidak ada kendala berarti. Setelahnya, Sylvain Marquis masuk untuk membimbing anak didiknya dan mendapati bahwa Cade juga ada di workshopnya. Sylvain memutuskan untuk tidak membongkar terang terangan penyamaran Cade, Malah dia membantu dan membimbing Cade membuat cokelat. Namun, belum sehari workshop itu berjalan, Sylvian memutuskan untuk mengusir Cade pergi dari workshopnya. Kali ini, Cade tak mendebatnya karena memang ini salahnya. Cade menurut dan pergi begitu saja tanpa mengucap sepatah kata kepada Sylvain.

Sylvain menyumpah dirinya sendiri. Bagaimana jika ia telah melakukan sesuatu yang salah? Karena sejujurna ia pun juga tertarik pada Cade. Apakah Cade akan kembali? 

Dan Apakah Cade akan menemukan cara lain untuk mendapatkan rahasia cokelat Sylvain?

Aku sengaja untuk tidak membeberkan keseluruhan cerita. Jadi aku memutuskan untuk mengakhiri disana saja. Biar pembaca mengetahui kelanjutan ceritanya dengan membaca bukunya. Ada beberapa hal yang menganggu saat aku pertama membaca buku ini.

  1. Nama kedua tokoh karakter yang menurutku sedikit membingungkan. Dua lembar pertama membaca buku ini, saya terus bertanya tanya Sylvain itu laki atau perempuan siih. Trus Cade kok kayanya nama laki laki. Yang kemudian saya ketahui, Sylvain adalah nama tokoh utama laki laki. Dan Cade adalah nama tokoh utama perempuan. Kenapa mba Laura tidak mencari nama tokoh utama perempuan yang agak feminin? Mungkin karena aku tinggal di Indonesia, jadi aku tidak terlalu familiar dengan nama nama prancis seperti Sylvain. Yang aku tahu disini ya Sylvia :p dan aku ingat pernah membaca buku buku Julie James, dan salah satu tokoh utamanya Cade Morgan. Jadi, ya aku sempat bingung dengan nama para tokoh utama ini.
  2. Tidak semua bahasa perancis ada footnotenya. Aku pernah belajar bahasa perancis sewaktu SMA, tapi ya tetap saja bingung :|
Namun ada beberapa hal yang tampaknya menjadi keunggulan buku ini.
  1. Aku suka sekali dengan cover pastelnya. Walaupun kalo dibandingkan dengan cover versi luarnya. Aku lebih suka cover yang luar karena lebih terkesan 'ceria' sedangkan cover Indonesia terkesan 'kalem'. Yang jelas, covernya tidak terlalu jauh dengan yang asli dan bisa mewakilkan isi ceritanya.
  2. Deskripsi dan pembuatan Cokelat yang rinci. Jelas penulis telah melakukan riset tentang cokelat dengan sangat baik. Sepanjang membaca buku ini, aku jadi penasaran seperti apakah rasanya cokelat cokelat buatan swiss dan perancis. Dulu sekali aku pernah dibelikan cokelat putih oleh salah satuu teman dari Swiss. Dan sekarang aku lupa rasanya seperti apa ;p
  3. Prancis. Prancis menjadikan negara yang ingin aku kunjungi karena aku penasaran apa yang orang orang sukai dari Prancis? Kulinernya kah? Tempat wisatanya? Jadi ingat tentang film Monte Carlo yang bercerita tentang petualangannya di Prancis dan berujung di Monte Carlo. Rasanya asyik juga berpetualang di negeri sebagus Perancis. Yang jelas, berpetualang ke Prancis janganlah pergi sendiri :p
Pertama kali baca buku Laura Florand tidak terlalu membuat saya 'terperangah' karena bukunya cukup memenuhi ekspektasi saya. Buku ini juga membuka seri Amour et Chocolat. Belum memutuskan apakah aku akan membaca seri keduanya yang berjudul The Chocolate Kiss. Sepertinya akan menunggu dan melihat lihat dulu review dan rating di goodreads :p 

Note : Karena ini pertama kalinya aku membaca buku Laura Florand. Jadi ini aku ikutkan di New Author Reading Challenge 2014. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar