Senin, 20 Januari 2014

Oolalove - A Paramita

Oolalove
Judul : Oolalove
Penulis : A Paramita
Desain sampul : Farah Hidayati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-0039-9
Jumlah halaman : 344 halaman
Ratings : 2/5 stars
Buntelan @gramediapustakautama

Ketika Lea tidak merasakan kebahagiaan yang seharusnya ia rasakan menjelang pernikahannya dengan Edo, ia tahu ada sesuatu yang salah. Dan ketika sebuah kecelakaan kecil mempertemukannya dengan Mario, ia mulai mempertanyakan masa depan, serta apa itu cinta sejati. Lea pun sadar ia harus bertindak, dan itu dimulai dengan keputusan drastis yang mengubah segalanya. Keputusan yang mendorongnya ke dalam pencarian cinta sejati dan pasangan jiwa.

Dalam pencariannya, Lea bertemu orang-orang luar biasa. Mulai dari Oma Ana, Opa Roy, hingga Eben. Pertengkaran rutin Oma dan Opa, hari-hari bersama Eben, serta banyak kejadian tak terduga kemudian mengubah pandangannya akan cinta sejati, hidup, dan pernikahan. Maka ketika harus membuat keputusan untuk kedua kalinya, Lea tahu apa yang harus ia lakukan.
Lea tidak mengerti apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Seharusnya dia menjadi wanita yang bahagia dan bersemangat mengurus acara pernikahannya. Namun, yang dia rasakan adalah keraguan. Keraguan terhadap apa yang akan terjadi setelah dia menikah bersama Edo. Edo, lelaki yang 8 tahun sudah Lea kenal sejak SMA. Bermula dari MOS dan kemudian bersahabat hingga akhirnya memutuskan pacaran dan akan menikah. 
Lucky I'm in love with my bestfriend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Keraguan itu masih menghinggapi hati Lea. Hingga suatu hari, ia tertabrak sebuah mobil dan bertemu dengan seorang lelaki berwajah tampan dan memesona yang menolongnya. Mario. Pertemuan dengan Mario cukup singkat namun bayangan Mario selalu terbayang bayang di pikiran Lea. Hingga Lea memutuskan untuk tidak menuruskan rencana pernikahannya dengan Edo dan mengambil cuti selama 2 minggu untuk berlibur ke Bandung. Mama Lea menitipkan Lea kepada pasangan suami istri, Oma Ratna dan Opa Roy yang merupakan sahabat nenek Lea. Di Bandung, dengan bermodalkan kedai kopi yang pernah diceritakan oleh Mario. Lea bertekad untuk menjadi pejuang cinta. Di Bandung pula ia kemudian bertemu dengan lelaki yang juga merupakan cucu Oma Ratna yaitu  Eben.



Berhasilkah Lea menemukan cinta sejatinya?

Mendapat buku ini karena dapat tawaran buntelan dari GPU via BBI. Pertama kali baca bukunya A Paramitha. Gaya ceritanya sebenernya bukan seleraku sih tapi masih enak dibaca kok. Ada beberapa hal yang aku suka dari buku ini

  1. Porsi masing masing karakter cukup seimbang walau karakternya cukup banyak.
  2. Covernya. Saya suka cover cangkir 'love'nya ditambah dengan warna merah-nya. It's my favourite colour! Covernya simple dan enak dipandang.
  3. Ending. Endingnya cukup realistis. Penulis tidak memaksakan ending buku ini menjadi happy atau sad ending. Dan aku suka banget yang bagian akhir novel tentang penjabaran tentang cintanya :D
Tapi ada beberapa hal juga yang aku kurang suka dari buku ini :
  1. Penggambaran tentang Mario yang too good too be true yang menurutku sedikit berlebihan :| 
  2. Karakter Lea yang kadang kadang bikin gemas. Soalnya aku lebih suka Edo dibanding Mario ;p Jadi saat Lea memutuskan Edo, sempet kesel. Kok ya gampang banget gitu lhoo mutusin Edo :| Padahal Mario kan 'baru kenal' dan gatau siapa Mario. Dan setelah diputus, ngerasa kangen jugaa kan sama Edo?! Cewe emang #eeh -__-
  3. Bagian Lea yang tertabrak mobil dan ditolong Mario agak sedikit mengganjal buatku. Kenapa Mario harus nungguin Lea sadar dulu di tepi jalan? Kenapa ga langsung ke Rumah Sakit? Lah kalo Leanya ga sadar sadar masa iya mau ditungguin terus di jalan? -__- Karena bagian Lea -mulai sadar- ini aku kira udah di RS ternyata masih di TKP #laah

Buatku buku ini lumayan kok. Jadi aku kasih 2 bintang untuk buku ini :D


2 komentar: