Senin, 13 Januari 2014

The Luxe #1 - Anna Godbersen

Kemewahan (Luxe, #1)
Judul : The Luxe - Kemewahan
Penulis : Anna Godbersen
Penerjemah : Nengah Krisnarini
Editor : Saifudin
Penerbit : Esensi Erlangga Group
ISBN : 978-979-075-440-9
Jumlah Halaman : 404 Halaman
Ratings : 3/5 stars

WAJAH WAJAH MOLEK DALAM BALUTAN GAUN PESTA YANG MEWAH. BERDANSA DAN BERPESTA HINGGA FAJAR TIBA. PARA PRIA TAMPAN DENGAN SENYUM MENGGODA DAN TEKAD YANG BERBAHAYA. DUSTA PUTIH, RAHASIA HITAM, CINTA MEMBARA, DAN HUBUNGAN GELAP YANG MENGGEMPARKAN. INILAH SUASANA MANHATTAN, DI ERA 1899..
Elizabeth dan Diana Holland adalah kakak beradik yang tengah larut dalam glamornya pergaulan kalangan atas Manhattan, New York di abad 19. Namun, saat mereka tahu situasi finansial keluarga mereka jauh dari aman, masa depan mereka yang cerah pun terancam.

 Di pagi hari tanggal 4 Oktober 1899, Elizabeth Adora Holland berpulang ke surga. Upacara pemakaman akan diadakan besok, hari Minggu 8 Oktober, pukul 10 pagi di Gereja Episkopal Grace di Jalan Broadway nomor 800, Manhattan

-DARI HALAMAN BERITA DUKACITA,
NEW YORK NEWS OF THE WORLD GAZETTE,
SABTU, 7 OKTOBER 1899.

Sebenarnya saya agak bingung untuk mengulas plot cerita di buku ini. Karena sedikit complicated, jadi aku jabarkan saja karakter-karakternya.
  • Elizabeth Adora Holland, Putri sulung dari almarhum Tuan Edward Holland dan Louisa Gansevoort Holland. Terkenal dengan kecantikan dan kebaikannya  Sepeninggal ayahnya, dia tumbuh dari gadis kecil yang riang menjadi gadis yang penuh sopan santun dan bertingkah laku selayaknya seorang lady. Elizabeth hanya mencintai seorang laki laki yang merupakah kusir keluarga Holland, yaitu Will Kelle. Namun, almarhun Tuan Edward meninggalkan beberapa hutang. Hanya Elizabeth-lah tumpuan keluarga Holland untuk menikah dengan gentleman kaya di Manhattan.Gentleman kaya tersebut yang melamar Elizabeth adalah Henry Schoonmaker.
  • Diana Holland, Adik Elizabeth yang periang,lebih suka melakukan sesuatu dengan caranya sendiri dan tidak terlalu patuh terhadap peraturan. Tidak seperti Elizabeth yang patuh terhadap ibunya, Diana lebih sering membangkang. Hubungannya dengan lawan jenis, Diana lebih suka 'bermain' misterius.Hingga suatu hari, ia bertemu Henry di ruang penyimpanan mantel dan Diana terpesona dengan ketampanannya dan karakternya yang suka menggoda. Namun,setelah mengetahui bahwa Henry akan menikahi kakanya. Ia mencoba tidak menghiraukan perasaanya yang timbul terhadap Henry.
  • Henry Schoonmaker, bad bad Henry. Seorang bangsawan kaya dan tampan yang membuat sebagian wanita terpesona. Henry merupakan putra sulung dari William Schoonmaker. William bermaksud mencalonkan dirinya untuk menjadi Walikota. Maka dari itu, ia membutuhkan simpati masyarakat dan mencari pasangan yang pantas untuk Henry. Wanita yang bisa menarik minat masyarakat dan penuh sopan santun. Wanita itu adalah Elizabeth Holland. Henry diancam oleh ayahnya untuk menikahi Elizabeth, karena jika Henry tidak mematuhi ayahnya, Henry tidak akan mendapat warisan William. Sebelum hal ini terjadi, Henry pernah dekat dengan sahabat Elizabeth, Penelope Hayes. Namun, setelah pernah bertemu dengan Diana ada rasa ketertarikan muncul dari diri Henry tapi Henry tidak tahu bagaimana cara mendekati Diana
  • Penelope Hayes, Teman sepermainan Elizabeth yang ternyata musuh dalam selimut. Penelope Hayes baru menikmati menjadi orang kaya setelah kakek Penelope, Ogden Hazmat Jr meninggalkan usaha jahitnya yang sederhana di Maryland. Kemudian, kakeknya pindah ke New York mengubah namanya, dan membeli sebuah rumah besar dari salah satu keluarga Rhinelander yang bangkrut. Klan Hayes mulai diterima oleh masyarakat kalangan atas New York. Penelope sudah jengah dengan semua perhatian yang tertuju pada Elizabeth. Maka dia mengadakan pesta besar besaran dengan berdansa dengan Henry. Penelope bermaksud menjadikan Henry sebagai tunangannya. Namun, beberapa hari kemudian Henry mengumumkan bahwa Henry sudah bertunangan dengan Elizabeth. (Rasanya puas sekali membaca reaksi Penelope saat pengumuman pertunangan Henry. Rasain kau! Orang kaya baru aja sombongnya selangit :p)
  • Will Keller, Salah satu kusir yang bekerja untuk Keluarga Holland. Yang juga merupakan teman kecil Elizabeth dan menjadi satu satunya lelaki yang dicintai oleh Elizabeth. Berparas tampan dan berperawakan gagah. 
Dari ulasan diatas, mungkin bisa aku rangkum bahwa, Penelope menyukai Henry, Henry menyukai Diana, namun diperintah bertunangan dengan Elizabeth, dan ternyata Elizabeth mencintai Will. Yang kemudian demi merebut Henry-nya kembali. Penelope memutuskan untuk membuat rencana untuk menghancurkan pernikahan Lizzie dan Henry dengan cara bekerjasama dengan salah satu pelayan Lizzie. Dengan konflik yang cukup complicated, menjadikan buku ini seruuu. Twist yang ada di akhir buku ini sebenernya sudah saya perkirakan. Tapi tetap saja, twistnya memancing saya untuk membaca buku keduanya. Ada beberapa alasan yang membuat saya menyukai buku ini 
  1. Cover. Tindakan membeli buku ini sebenarnya merupakan tindakan impulsif. Saya membeli buku ini hanya karena melihat covernya yang cukup memanjakan mata. Dan setelah membaca buku ini, model covernya -menurut saya- cukup mirip dengan penggambaran Elizabeth Holland di buku ini. Jadi bisa dibilang bahwa covernya merepresentasikan isi cerita buku ini. 
  2. Karakter. Karakter karakternya dijelaskan secara detail. Penulis bisa menggali lebih dalam karakter2 yang ada dalam buku ini. Dari buku historical romance yang pernah saya baca ( Lisa Kleypas, Julia Quinn) buku ini paling 'total' dalam hal karakter.
  3. Konflik. Konflik yang dibangun cukup kuat dan complicated. Menjadikan buku ini cukup seru untuk dibaca. 
  4. Ending. Mungkin jika buku ini tidak ada lanjutanya, endingnya termasuk ending yang gantung. Tapi karena buku ini berseri, Penulis sudah menyiapkan lanjutannya di buku buku selanjutnya. 
Bagi penyuka Historical Romance, mungkin buku ini patut dicoba :)

Note : Pertama kalinya aku membaca buku Anna Godbersen, Maka ini aku sertakan di New Author Reading Challenge 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar